gah malasmenjawabsetelah melihat penampilan si kakek." Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?" kata si kakek dalambahasa Purwokertoan" bisa di tawar-kan ya mas ?" lanjutnya mencoba negosiasi juga." Cari kambing yang lain aja kek. " si pedagang terlihat semakin malasmeladeni." Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Akumau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas." katanya tetapbersemangat seraya mengeluarkan bungkusandari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu dibukanya, enam belas lembar uang seratus ribuandan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya." Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah yamas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejaktadi.Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yangdisodorkan si kakek,kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu." Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkanselembar lima puluh ribuan" Ora ono ongkos kirime tho...?" (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakekseakan tahu uang yang diberikannya berlebih" Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagang yg cukup jujurmemberikan lima puluh ribu ke kakek" mau di antar ke mana mbah?" (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadimbah)" Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisaditabung lagi)" kata si kakek sambil menerimanya" tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat ituya),sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman,takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe PemdaPasir Mukti,InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu)."Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, sikakek berjalan ke arah sebuah sepeda tuayang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trailmilikku.Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetapdengan semangat.Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik kearah berlawanan dalam pandanganku.Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol,sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulanoleh si kakek.Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiridengan mewah,rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunanpegawai rendahan.Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagaiManajer perusahaan swasta asing.Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsiYang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukupmembeli seekor kambing Mega SuperYang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinyaYang sanggup membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligusTapi apa yang aku pikirkan?Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuankuyang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku didunia fana.Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saatmembelinya.Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusiabalikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur inike arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu
Rabu, 28 November 2007
QURBAN TERBAIK
gah malasmenjawabsetelah melihat penampilan si kakek." Weleh larang men regane (mahal benar harganya) ?" kata si kakek dalambahasa Purwokertoan" bisa di tawar-kan ya mas ?" lanjutnya mencoba negosiasi juga." Cari kambing yang lain aja kek. " si pedagang terlihat semakin malasmeladeni." Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki (Akumau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas." katanya tetapbersemangat seraya mengeluarkan bungkusandari saku celananya. Bungkusan dari kain perca yang juga sudah lusuh itu dibukanya, enam belas lembar uang seratus ribuandan sembilan lembar uang lima puluh ribuan dikeluarkan dari dalamnya." Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah yamas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja.Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya sejaktadi.Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yangdisodorkan si kakek,kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu." Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkanselembar lima puluh ribuan" Ora ono ongkos kirime tho...?" (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si kakekseakan tahu uang yang diberikannya berlebih" Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagang yg cukup jujurmemberikan lima puluh ribu ke kakek" mau di antar ke mana mbah?" (tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadimbah)" Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisaditabung lagi)" kata si kakek sambil menerimanya" tulung anterke ning deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat ituya),sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman,takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe PemdaPasir Mukti,InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu)."Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya, sikakek berjalan ke arah sebuah sepeda tuayang di sandarkan pada sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trailmilikku.Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya tetapdengan semangat.Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik kearah berlawanan dalam pandanganku.Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol,sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap bulanoleh si kakek.Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang berdiridengan mewah,rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para pensiunanpegawai rendahan.Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku sebagaiManajer perusahaan swasta asing.Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsiYang sanggup membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukupmembeli seekor kambing Mega SuperYang sanggup mempunyai hobby berkendara moge (motor gede) dan memilikinyaYang sanggup membeli hewan Qurban dua ekor sapi sekaligusTapi apa yang aku pikirkan?Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuankuyang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku didunia fana.Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali saatmembelinya.Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusiabalikkan hati hambaMu yang tak pernah berSyukur inike arah orang yang pandai menSyukuri nikmatMu
Langgan:
Entri (Atom)